CADANGAN KERUGIAN PIUTANG

Cadangan Kerugian Piutang

Cadangan kerugian piutang (allowance for doubtfull accounts) adalah kebijakan perusahaan untuk mengurangi jumlah piutang guna memperkirakan jumlah piutang yang diperkirakan tidak akan tertagih. Hal ini merupakan estimasi/perkiraan yang dibuat perusahaan untuk memperkirakan berapa total piutang yang tidak berhasil dilunasi oleh debitur. Karena manajemen hanya membuat estimasi penyisihan, mereka masih berasumsi bahwa ada kemungkinan pelanggan yang akan melunasi pembayaran meskipun piutang telah dihapus.

Penyisihan piutang dicatat dengan mendebet beban kerugian piutang dan mengkredit cadangan kerugian piutang. Estimasi jumlah yang tidak tertagih keduanya diposting pada laporan kinerja keuangan dan posisi keuangan perusahaan.

Cara menghitung Cadangan Kerugian Piutang

Ada 3 metode untuk menghitung Cadangan Kerugian Piutang, yaitu:

  1. Presentase historis dari Penjualan Kredit atau Total Piutang: Metode ini menggunakan data koleksi historis untuk memperkirakan penyisihan kerugian piutang. Jika sistem usaha perusahaan kita menggunakan penjualan kredit, maka bisa menggunakan metode ini.
  2. Analisis Umur Piutang: Laporan analisis umur piutang berisi ringkasan posisi piutang berdasarkan akun mana yang memiliki pembayaran yang telah jatuh tempo dan berapa lama telah jatuh tempo. Selain itu, laporan ini juga membantu untuk mengidentifikasi pelanggan yang mungkin memerlukan persyaratan atau tempo yang berbeda. Kita juga dapat menggunakan laporan analisis umur piutang untuk membantu menghitung estimasi penyisihan piutang tak tertagih dengan menerapkan tingkat kolektibilitas yang diharapkan untuk setiap analisis yang tercantum dalam laporan. Sebagai contoh, manajemen telah menentukan bahwa untuk piutang yang kurang dari 30 hari, 2% akan menjadi tidak tertagih dan untuk piutang yang berumur 30 hari ke atas, 5% akan menjadi tidak tertagih. Jika total piutang perusahaan adalah 300.000.000 di mana 200.000.000 di antaranya berumur kurang dari 30 hari, Penyisihan Piutang Tak Tertagih adalah 9.000.000, yaitu 4.000.000 (2% dari 200.000.000) dan 5.000.000 (5% dari 100.000.000).
  3. Klasifikasi Resiko Pelanggan:  Dalam metode klasifikasi risiko pelanggan, kita menetapkan persentase risiko kepada setiap pelanggan. Caranya dengan memeriksa data pengumpulan pembayaran historis untuk pelanggan dan menghitung persentase faktur yang cenderung gagal bayar.

Cadangan Kerugian Piutang dalam Neraca

PT DUA ENAM

LAPORAN POSISI KEUANGAN

31 Desember 2023

Aset Lancar  

Kas

 15.700.000

Piutang

200.000.000 

Dikurangi: Cadangan Kerugian Piutang

40.000.000160.000.000

Persediaan Barang Dagang

 310.000.000

Beban dibayar dimuka

 25.000.000
Total Aset Lancar 510.700.000

Cadangan kerugian piutang disajikan sebagai bagian dari aset lancar dalam neraca perusahaan. Cadangan Kerugian Piutang memperhitungkan kemungkinan kerugian dari piutang yang mungkin tidak bisa dibayarkan oleh para debitur. Dalam hal ini, perusahaan membuat estimasi atas kerugian potensial tersebut dan menyajikannya sebagai cadangan dalam neraca untuk mengurangi nilai piutang yang sebenarnya. Cadangan Kerugian Piutang membantu mencerminkan nilai yang lebih akurat dari aset piutang yang dimiliki oleh perusahaan.

Contoh Kasus

PT Dua Enam mencatat penjualan sebesar 50.000.000. Berdasarkan pelaporan historis, piutang tak tertagih biasanya rata-rata 2% dari piutang. PT Dua Enam tidak tahu pelanggan mana yang akan gagal membayar piutang tepat waktu.

PT Dua Enam kemudian mencatat 2% dari piutang sebagai proyeksi piutang tak tertagih, membuat debit 1.000.000 ke akun Beban kerugian piutang dan kredit 1.000.000 ke cadangan kerugian piutang.

Penyisihan piutang ragu-ragu menjadi rekening cadangan yang mengimbangi total piutang sebesar 50.000.000 (untuk piutang bersih yang beredar sebesar 49.000.000).

Berikut jurnalnya:

 

Debet

Kredit

Beban Kerugian Piutang

1.000.000

 

Cadangan Kerugian Piutang

 

1.000.000

Beberapa minggu kemudian, beberapa pelanggan gagal membayar total 300.000.

PT Dua Enam kemudian mengkredit akun piutang usaha sebesar 300.000, mengurangi jumlah saldo piutang dan mendebet Cadangan kerugian piutang sebesar 300.000.

Ayat jurnal ini mengurangi saldo dalam akun penyisihan menjadi 700.000. Jurnal tidak berdampak pada penghasilan pada periode saat ini.

Jurnalnya adalah:

 

Debet

Kredit

Cadangan kerugian piutang

300.000

 

Piutang usaha

 

300.000

 

Enam bulan kemudian, pelanggan bernama Roni berhasil melunasi 150.000 dari piutang yang sebelumnya telah dihapuskan.

PT Dua Enam sekarang dapat membalikkan bagian dari jurnal sebelumnya, meningkatkan saldo kedua piutang dan cadangan kerugian piutang. Jurnalnya adalah:

 

Debet

Kredit

Piutang usaha

150.000

 

Caangan kerugian piutang

 

150.000

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Buka chat
Hubungi Kami
Sharing Pajak MNCo
Selamat Datang di Sharing Pajak MNCo.
Ada yang bisa kami bantu?