Koreksi Fiskal Positif dan Negatif, apa bedanya ??

Koreksi Fiskal Positif dan Negatif

Apakah Rekan MNCo  masih ada yang belum paham soal koreksi fiskal dalam perpajakan? Bagi rekan MNCo yang menjadi akuntan dan sering menyusun laporan keuangan  mungkin sudah tidak asing lagi dengan koreksi fiskal. Laporan keuangan dan koreksi fiskal memiliki hubungan yang erat dalam menentukan laba kena pajak (PKP) suatu perusahaan.

Apa itu Koreksi Fiskal?

Koreksi fiskal adalah proses penyesuaian terhadap laba atau rugi komersial yang dilaporkan dalam SPT PPh untuk menghitung laba kena pajak (PKP). Penyesuaian ini dapat menambah (koreksi fiskal positif) atau mengurangi (koreksi fiskal negatif) PKP. Koreksi fiskal telah tercantum dalam peraturan perpajakan UU No. 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan (UU PPh).

Tujuan Koreksi Fiskal

Koreksi fiskal memiliki beberapa tujuan penting dalam sistem perpajakan Indonesia, yaitu:

  1. Mencocokkan Laporan Keuangan dengan Peraturan Perpajakan:
    Laporan keuangan komersial disusun berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang mungkin berbeda dengan ketentuan perpajakan. Koreksi fiskal bertujuan untuk menyesuaikan laporan keuangan komersial dengan peraturan perpajakan yang berlaku, sehingga tercipta keseragaman dalam penghitungan laba kena pajak.
  1. Menghitung PKP yang Sesuai dengan Ketentuan Perpajakan:
    Penghasilan Kena Pajak merupakan dasar perhitungan pajak penghasilan (PPh) terutang. Koreksi fiskal memastikan bahwa PKP yang dihitung sesuai dengan peraturan perpajakan, sehingga terhindar dari potensi penghindaran pajak.
  1. Meningkatkan Penerimaan Pajak Negara:
    Dengan memastikan Penghasilan Kena Pajak yang akurat, koreksi fiskal membantu meningkatkan potensi penerimaan pajak negara. Hal ini penting untuk mendukung pembiayaan pembangunan dan berbagai program pemerintah.
  1. Menciptakan Keadilan dan Transparansi dalam Sistem Perpajakan:
    Koreksi fiskal membantu menciptakan sistem perpajakan yang adil dan transparan bagi semua wajib pajak. Hal ini penting untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap sistem perpajakan.
  1. Mencegah Penyalahgunaan Ketentuan Perpajakan:
    Koreksi fiskal dapat membantu mencegah wajib pajak yang menyalahgunakan ketentuan perpajakan untuk meringankan beban pajaknya. Hal ini penting untuk menjaga keadilan dan kesetaraan dalam sistem perpajakan.

Manfaat Koreksi Fiskal

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Buka chat
Hubungi Kami
Sharing Pajak MNCo
Selamat Datang di Sharing Pajak MNCo.
Ada yang bisa kami bantu?