Mengenal Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM)

Memiliki mobil mewah, mungkin saja menjadi salah satu impian rekan MNCo. Ketika membeli mobil mewah, maka kita akan dikenakan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM). Namun PPnBM tidak hanya berlaku saat membeli mobil atau kendaraan bermotor lainnya saja, tapi juga barang yang tergolong mewah lainnya.

Barang Mewah

Apa itu Pajak Penjualan atas Barang Mewah ?

PPnBM merupakan pajak yang penting untuk mewujudkan keadilan dan keseimbangan dalam sistem perpajakan di Indonesia. Dengan memahami PPnBM, kita dapat memenuhi kewajiban perpajakan dengan benar. Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) adalah pajak yang dikenakan atas penjualan Barang Kena Pajak (BKP) yang tergolong mewah. Pajak ini bertujuan untuk menciptakan keseimbangan beban pajak antara konsumen berpenghasilan tinggi dengan konsumen berpenghasilan rendah, serta untuk mengendalikan konsumsi barang mewah dan melindungi produsen kecil atau tradisional.

Dasar Hukum

PPnBM diatur dalam Undang-Undang No. 42 Tahun 2009 tentang Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah, dan diperbarui dengan Peraturan Pemerintah No. 61 Tahun 2020 tentang Jenis dan Tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah.

Objek Pajak

Objek Pajak Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) adalah Barang Kena Pajak (BKP) yang tergolong mewah.

Karakteristik BKP yang Dikenakan PPnBM :

  • Bukan barang kebutuhan pokok: Barang yang dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia, seperti makanan, minuman, pakaian, dan tempat tinggal, umumnya tidak dikenakan PPnBM.
  • Dikonsumsi oleh orang-orang berpenghasilan tinggi: Barang mewah umumnya hanya mampu dibeli oleh orang-orang dengan penghasilan tinggi.
  • Dikonsumsi oleh orang-orang atau masyarakat tertentu: Beberapa barang mewah mungkin hanya dikonsumsi oleh kelompok masyarakat tertentu, seperti kolektor barang seni atau pecinta otomotif.

Contoh BKP yang Dikenakan PPnBM :

  • Kendaraan bermotor: Ini termasuk mobil, motor, dan kendaraan bermotor lainnya. Namun, ada pengecualian untuk kendaraan seperti ambulans, kendaraan jenazah, pemadam kebakaran, tahanan, angkutan umum, dan kepentingan negara.
  • Hunian mewah: Rumah mewah, apartemen, kondominium, townhouse, dan sejenisnya termasuk kategori ini.
  • Pesawat udara: Jet pribadi dan pesawat udara mewah lainnya.
  • Kapal pesiar: Yacht dan kapal pesiar mewah. Dalam beberapa kasus, kapal untuk kepentingan negara atau angkutan umum mungkin dikecualikan.
  • Barang tertentu: Barang seni dan budaya seperti lukisan, patung, dan barang mewah lainnya bisa dikenakan PPnBM.
  • Perhiasan: Emas, berlian, dan perhiasan mewah lainnya berpotensi dikenai PPnBM.
  • Jasa: Layanan hotel mewah dan restoran mewah  juga termasuk kategori yang dikenakan PPnBM.

Daftar lengkap BKP yang dikenakan PPnBM beserta tarifnya dapat kita temukan dalam peraturan terkait, seperti Peraturan Pemerintah No. 61 Tahun 2020.

Tarif Pajak

Tarif PPnBM ditetapkan paling rendah 10% dan paling tinggi 200%. Tiap BKP yang tergolong mewah memiliki tarif PPnBM yang berbeda-beda. Perbedaan tarif PPnBM didasarkan pada pengelompokan barang yang tergolong mewah yang dikenai PPnBM. Pengelompokan barang-barang yang dikenai PPnBM terutama didasarkan pada tingkat kemampuan golongan masyarakat yang menggunakan barang tersebut, disamping didasarkan pada nilai guna barang bagi masyarakat pada umumnya.

Ketentuan penetapan jenis dan tarif PPnBM atas barang mewah kendaraan bermotor diatur dalam PMK Nomor 141/PMK.010/2021 stdd PMK Nomor 42/PMK/.010/2022. Ketentuan penetapan kelompok, jenis dan tarif PPnBM atas barang mewah selain kendaraan bermotor diatur dalam PP Nomor 61 Tahun 2020 jo. Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 96/PMK.03/2021. Berbeda dengan ketentuan sebelumnya, tarif PPnBM atas ekspor BKP yang tergolong mewah ditetapkan sebesar 0%. Meskipun demikian, hal ini bukan berarti bahwa ekspor barang mewah tidak terutang PPnBM. Lebih lanjut, PPnBM yang telah dibayar atas perolehan barang mewah yang diekspor tersebut dapat diminta lagi.

Penghitungan Pajak

PPnBM dihitung dengan rumus:
PPnBM = Tarif PPnBM x Dasar Pengenaan Pajak (DPP)
DPP adalah nilai jual BKP yang tergolong mewah.

Contoh Menghitung PPnBM Perhiasan

Toko Perhiasan Mutiara  menjual kalung emas dengan harga Rp 10 juta.

Langkah-langkah:

  1. Tentukan tarif PPnBM:
    Karena perhiasan termasuk barang mewah, maka tarif PPnBM yang berlaku adalah 10%.
  2. Hitung besarnya PPnBM:
    PPnBM = Tarif PPnBM x Harga Jual
    PPnBM = 10% x Rp 10 juta
    PPnBM = Rp 1 juta

Pembayaran Pajak

PPnBM dibayar oleh penjual BKP yang tergolong mewah. Pembayaran pajak dilakukan melalui Surat Pemberitahuan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (SPmPPnBM) dan Surat Setoran Pajak (SSP) PPnBM.

Saat Terutang PPnBM

Sesuai dengan Pasal 5 Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2009 tentang Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (UU PPnBM), PPnBM terutang pada dua waktu, yaitu:

  1. Penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) Mewah oleh Pengusaha yang Menghasilkan
    • Saat BKP mewah diserahkan oleh pengusaha yang menghasilkan BKP tersebut.
    • Penyerahan BKP mewah dapat terjadi di dalam Daerah Pabean Indonesia.
  1. Impor BKP Mewah
    • Saat BKP mewah diimpor ke Indonesia.
    • Penting untuk dicatat bahwa PPnBM hanya dikenakan satu kali pada saat terutang.

Perkembangan Perubahan Ketentuan UU PPN

Naskah Pertama UU PPN, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1983

  1. Perubahan Pertama, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1994
  2. Perubahan Kedua, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2000
  3. Perubahan Ketiga, Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2009
  4. Perubahan Keempat, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020
  5. Perubahan Kelima, Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Buka chat
Hubungi Kami
Sharing Pajak MNCo
Selamat Datang di Sharing Pajak MNCo.
Ada yang bisa kami bantu?