PPN KMS: Syarat, Tarif, dan Saat Terutang yang Perlu Diketahui

Sumber gambar : https://br.freepik.com/

Kegiatan membangun sendiri (KMS) merupakan kegiatan membangun bangunan, baik bangunan baru maupun perluasan bangunan lama, yang dilakukan tidak dalam kegiatan usaha atau pekerjaan oleh orang pribadi atau badan yang hasilnya digunakan sendiri atau digunakan pihak lain.

PPN KMS merupakan pajak yang dikenakan atas kegiatan membangun sendiri. PPN KMS bertujuan untuk memberikan kepastian hukum kepada orang pribadi atau badan yang melakukan KMS.

Untuk dapat dikenakan PPN KMS, bangunan yang dibangun harus memenuhi syarat-syarat berikut:

  1. konstruksi utamanya terdtri dari kayu, beton, pasangan batu bata atau bahan sejenis, dan/atau baja;
  2. diperuntukkan bagi tempat tinggal atau tempat kegiatan usaha; dan
  3. luas bangunan yang dibangun paling sedikit 200m2 (dua ratus meter persegi).

Tarif PPN KMS adalah sebesar 2,2% dari Dasar Pengenaan Pajak (DPP) berupa seluruh biaya, tidak termasuk biaya perolehan tanah dan wajib disetor paling lambat tanggal 15 (lima belas) bulan berikutnya setelah berakhirnya Masa Pajak.

Saat terutangnya Pajak Pertambahan Nilai atas kegiatan membangun sendiri terjadi pada saat mulai dibangunnya bangunan sampai dengan bangunan selesai.

PMK 61/PMK.03/2022
Lampiran PMK 61/PMK.03/2022

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Aplikasi Penghitungan Kompak PPh Pasal 21 - TER
Strategi Jitu Menyusun SPT PPh Orang Pribadi untuk Menghindari Pemeriksaan Pajak