Pengembalian Barang Kena Pajak: Kurangi Beban Pajak dengan Memahami Ketentuannya

Pengusaha Kena Pajak (PKP) sering kali menghadapi situasi di mana barang kena pajak yang telah diserahkan kepada pembeli ternyata dikembalikan (retur). Dalam situasi ini, PKP perlu memahami ketentuan tentang pengurangan pajak pertambahan nilai (PPN) atau pajak pertambahan nilai dan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) atas barang kena pajak yang dikembalikan.

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 65/PMK.03/2010, PPN atau PPnBM atas barang kena pajak yang dikembalikan dapat mengurangi PPN atau PPnBM keluaran yang terutang oleh PKP penjual. Selain itu, PPN atau PPnBM atas barang kena pajak yang dikembalikan juga dapat mengurangi:

  • PPN masukan dari PKP pembeli, dalam hal PPN masukan atas barang kena pajak yang dikembalikan telah dikreditkan;
  • Biaya atau harta bagi PKP pembeli, dalam hal pajak atas barang kena pajak yang dikembalikan tersebut tidak dikreditkan dan telah dibebankan sebagai biaya atau telah ditambahkan (dikapitalisasi) dalam harga perolehan harta tersebut; atau
  • Biaya atau harta bagi pembeli yang bukan PKP dalam hal PPN atau PPnBM atas barang kena pajak yang dikembalikan tersebut telah dibebankan sebagai biaya atau telah ditambahkan (dikapitalisasi) dalam harga perolehan harta tersebut.

Pengembalian barang kena pajak dianggap tidak terjadi dalam hal barang kena pajak yang dikembalikan diganti dengan barang kena pajak yang sama, baik dalam jumlah fisik, jenis maupun harganya.

Dalam hal terjadi pengembalian barang kena pajak, PKP pembeli wajib membuat dan menyampaikan nota retur kepada PKP penjual. Nota retur tersebut paling sedikit harus mencantumkan:

  • Nomor urut nota retur;
  • Nomor, kode seri, dan tanggal Faktur Pajak dari barang kena pajak yang dikembalikan;
  • Nama, alamat, dan Nomor Pokok Wajib Pajak pembeli;
  • Nama, alamat, dan Nomor Pokok Wajib Pajak PKP penjual;
  • Jenis barang, jumlah harga jual barang kena pajak yang dikembalikan;
  • PPN atas barang kena pajak yang dikembalikan, atau PPnBM atas barang kena pajak yang tergolong mewah yang dikembalikan;
  • Tanggal pembuatan nota retur; dan
  • Nama dan tanda tangan yang berhak menandatangani nota retur.

Dengan memahami ketentuan tentang pengembalian barang kena pajak, PKP dapat mengurangi beban pajak yang harus dibayarkan. Oleh karena itu, PKP perlu mempelajari ketentuan tersebut dengan seksama.

Sumber gambar : http://www.orthospinenews.com/

Semoga informasi ini bermanfaat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Buka chat
Hubungi Kami
Sharing Pajak MNCo
Selamat Datang di Sharing Pajak MNCo.
Ada yang bisa kami bantu?