Piutang Tak Tertagih, Masalah yang Sering Dialami Wajib Pajak

Piutang tak tertagih merupakan salah satu masalah yang sering dialami oleh wajib pajak, terutama bagi wajib pajak yang bergerak di bidang usaha jasa, perdagangan, dan industri. Piutang tak tertagih dapat menyebabkan berkurangnya penghasilan kena pajak dan, pada akhirnya, dapat mengurangi jumlah pajak yang harus dibayarkan oleh wajib pajak.

Menurut Peraturan Menteri Keuangan Nomor 105/PMK.03/2009, piutang tak tertagih yang dapat dibebankan sebagai biaya dalam menghitung penghasilan kena pajak adalah piutang yang timbul dari transaksi bisnis yang wajar sesuai dengan bidang usahanya, yang nyata-nyata tidak dapat ditagih meskipun telah dilakukan upaya-upaya penagihan yang maksimal atau terakhir oleh Wajib Pajak.

Untuk dapat dibebankan sebagai biaya, piutang tak tertagih harus memenuhi persyaratan berikut:

  • Piutang tersebut telah dibukukan sebagai penghasilan oleh debitur yang bersangkutan pada tahun yang bersangkutan.
  • Wajib Pajak harus menyerahkan daftar piutang tak tertagih tersebut kepada Direktorat Jenderal Pajak.
  • Piutang tersebut telah diserahkan perkara penagihannya kepada Pengadilan Negeri atau instansi pemerintah yang menangani piutang negara, atau terdapat perjanjian tertulis mengenai penghapusan piutang/ pembebasan utang antara kreditur dan debitur atas piutang tersebut, atau telah dipublikasikan dalam penerbitan umum atau khusus, atau adanya pengakuan dari debitur bahwa utangnya telah dihapuskan untuk jumlah utang tertentu.

Penyerahan daftar piutang tak tertagih kepada Direktorat Jenderal Pajak dapat dilakukan secara langsung atau melalui pos tercatat. Daftar piutang tak tertagih harus memuat informasi sebagai berikut:

  • Nama dan alamat debitur
  • Jumlah piutang
  • Tanggal jatuh tempo piutang
  • Bukti-bukti penagihan yang telah dilakukan

Wajib pajak yang tidak memenuhi persyaratan tersebut tidak dapat membebankan piutang tak tertagih sebagai biaya. Hal ini dapat menyebabkan wajib pajak harus membayar pajak yang lebih besar.

Dengan memahami ketentuan tentang piutang tak tertagih, wajib pajak dapat meminimalkan risiko terjadinya piutang tak tertagih dan, pada akhirnya, dapat menghemat pajak yang harus dibayarkan.

Semoga bermanfaat
Selamat beraktivitas dan Terima Kasih.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Buka chat
Hubungi Kami
Sharing Pajak MNCo
Selamat Datang di Sharing Pajak MNCo.
Ada yang bisa kami bantu?