PPN Nilai Lain: Ketentuan dan Contoh

Pada UU PPN Pasal 8A ayat 1 terdapat lima dasar pengenaan PPN, salah satunya adalah nilai lain. DPP Nilai lain saat ini diatur dengan PMK 121/PMK.03/2015, namun setelah UU HPP terdapat beberapa jenis penyerahan yang sebelumnya DPP Nilai lain diubah menjadi PPN Besaran Tertentu.

Berikut adalah beberapa jenis penyerahan yang masih berlaku dengan nilai lain :

  • Pemakaian sendiri dan Pemberian cuma-Cuma
  • Penyerahan film cerita
  • Penyerahan pusat-cabang atau antar cabang
  • Penyerahan melalui pedagang perantara
  • Penyerahan melalui lelang
  • Penyerahan BKP tertentu

Administrasi Faktur Pajak atas penyerahan yang PPN nya dihitung dengan DPP Nilai Lain menggunakan kode Faktur 04. Terkait pajak masukan, secara umum pajak masukannya dapat dikreditkan sepanjang memenuhi kriteria pengkreditan pajak masukan.

Berikut adalah contoh perhitungan PPN dengan DPP Nilai Lain:

  • Pemakaian sendiri

Perusahaan A memiliki barang dagangan berupa mobil dengan harga perolehan Rp100.000.000. Mobil tersebut kemudian digunakan sendiri oleh perusahaan A untuk keperluan operasional. PPN yang terutang adalah 10% dari nilai barang dagangan, yaitu Rp10.000.000.

  • Pemberian cuma-Cuma

Perusahaan B memberikan hadiah berupa barang dagangan kepada karyawannya. Barang dagangan tersebut memiliki harga perolehan Rp50.000.000. PPN yang terutang adalah 10% dari nilai barang dagangan, yaitu Rp5.000.000.

 

Aturan Terkait

Berikut adalah aturan terkait PPN Nilai Lain:

  • PMK 121/PMK.03/2015 tentang Nilai Lain Sebagai Dasar Pengenaan Pajak
  • PMK 71/PMK.03/2022 tentang PPN atas Penyerahan Jasa Kena Pajak Tertentu

Semoga bermanfaat
Selamat beraktivitas dan Terima Kasih.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Buka chat
Hubungi Kami
Sharing Pajak MNCo
Selamat Datang di Sharing Pajak MNCo.
Ada yang bisa kami bantu?