Angsuran Pajak, Cara Hitung dan Hal-hal Tertentu

Angsuran pajak adalah pembayaran pajak penghasilan (PPh) yang harus dibayar sendiri oleh wajib pajak setiap bulan. Besarnya angsuran pajak ditentukan berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Ada beberapa hal tertentu yang dapat mempengaruhi perhitungan angsuran pajak, antara lain:

  • Wajib pajak berhak atas kompensasi kerugian
  • Wajib pajak memperoleh penghasilan tidak teratur
  • Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan (SPT) tahun pajak yang lalu disampaikan setelah lewat batas waktu yang ditentukan
  • Wajib pajak diberikan perpanjangan jangka waktu penyampaian SPT
  • Wajib pajak membetulkan sendiri SPT yang mengakibatkan angsuran bulanan lebih besar dari angsuran bulanan sebelum pembetulan
  • Terjadi perubahan keadaan usaha atau kegiatan wajib pajak

Wajib pajak berhak atas kompensasi kerugian.
Jika wajib pajak berhak atas kompensasi kerugian, maka besarnya angsuran pajak dihitung dengan dasar penghitungan dikurangi dengan kredit pajak, dibagi 12 (dua belas) atau banyaknya bulan dalam bagian tahun pajak. Dasar penghitungan PPh adalah jumlah penghasilan neto menurut SPT tahun pajak yang lalu atau dasar penghitungan lainnya.

Wajib pajak memperoleh penghasilan tidak teratur
Jika wajib pajak memperoleh penghasilan tidak teratur, maka besarnya angsuran pajak dihitung dengan dasar penghitungan dikurangi dengan kredit pajak, dibagi 12 (dua belas) atau banyaknya bulan dalam bagian tahun pajak. Dasar penghitungan PPh adalah jumlah penghasilan neto menurut SPT tahun pajak yang lalu setelah dikurangi dengan penghasilan tidak teratur yang dilaporkan dalam SPT tersebut.

Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan (SPT) tahun pajak yang lalu disampaikan setelah lewat batas waktu yang ditentukan
Jika SPT tahun pajak yang lalu disampaikan setelah lewat batas waktu yang ditentukan, maka besarnya angsuran pajak untuk bulan-bulan mulai batas waktu penyampaian SPT sampai dengan bulan sebelum disampaikannya SPT tersebut adalah sama dengan besarnya angsuran pajak bulan terakhir tahun pajak yang lalu dan bersifat sementara.

Wajib pajak diberikan perpanjangan jangka waktu penyampaian SPT
Jika wajib pajak diberikan perpanjangan jangka waktu penyampaian SPT, maka besarnya angsuran pajak untuk bulan-bulan mulai batas waktu penyampaian SPT sampai dengan bulan sebelum disampaikannya SPT tersebut adalah sama dengan besarnya angsuran pajak yang dihitung berdasarkan SPT sementara yang disampaikan wajib pajak pada saat mengajukan permohonan ijin perpanjangan.

Wajib pajak membetulkan sendiri SPT yang mengakibatkan angsuran bulanan lebih besar dari angsuran bulanan sebelum pembetulan
Jika wajib pajak membetulkan sendiri SPT yang mengakibatkan angsuran bulanan lebih besar dari angsuran bulanan sebelum pembetulan, maka besarnya angsuran pajak dihitung kembali berdasarkan SPT pembetulan tersebut dengan memperhatikan ketentuan Pasal 2 dan Pasal 3 dan berlaku surut mulai bulan batas waktu penyampaian SPT.

Terjadi perubahan keadaan usaha atau kegiatan wajib pajak
Jika terjadi perubahan keadaan usaha atau kegiatan wajib pajak yang mengakibatkan perubahan besar potensi pajak, maka besarnya angsuran pajak dapat diubah berdasarkan permohonan wajib pajak dengan melampirkan dokumen pendukung yang sah.

Semoga bermanfaat
Selamat beraktivitas dan Terima Kasih.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Buka chat
Hubungi Kami
Sharing Pajak MNCo
Selamat Datang di Sharing Pajak MNCo.
Ada yang bisa kami bantu?