Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE-08/PJ/2019 tentang Biaya Klaim/Manfaat Asuransi Pada Perusahaan Asuransi Jiwa

Berikut kami share Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE-08/PJ/2019 tentang Biaya Klaim/Manfaat Asuransi Pada Perusahaan Asuransi Jiwa. Surat Edaran ini memberikan penegasan cara pembebanan atas biaya klaim/manfaat asuransi pada perusahaan asuransi jiwa untuk menghitung Penghasilan Kena Pajak. Ruang lingkup Surat Edaran Direktur Jenderal ini, meliputi pembentukan cadangan premi untuk perusahaan asuransi jiwa, pembebanan biaya klaim/manfaat asuransi dan Penghitungan Penghasilan Kena Pajak

Pembentukan Cadangan Premi untuk Perusahaan Asuransi Jiwa 

a. cadangan premi dibentuk oleh perusahaan pada akhir tahun yang nantinya digunakan untuk pembayaran klaim atas manfaat yang akan jatuh tempo atau sebab lainnya pada tahun berikutnya;

b. besarnya cadangan premi yang dibentuk adalah berdasarkan penghitungan aktuaria yang telah mendapat pengesahan dari Otoritas Jasa Keuangan.




Pembebanan Biaya Klaim/Manfaat Asuransi

a. klaim/manfaat asuransi yang dibayarkan pada tahun berjalan dibebankan pada saldo awal tahun dari cadangan premi sebagai pengurang cadangan premi;

b. jika saldo cadangan premi yang telah dibentuk tidak mencukupi untuk membayar klaim/manfaat asuransi pemegang polis, maka kekurangan pembayaran klaim/manfaat asuransi tersebut diperhitungkan sebagai biaya tahun berjalan.

Penghitungan Penghasilan Kena Pajak

a. dalam hal saldo awal tahun cadangan premi yang telah dikurangi dengan pembayaran klaim/manfaat asuransi pada tahun berjalan dibandingkan dengan cadangan premi yang dihitung oleh aktuaria pada akhir tahun mengalami penurunan, maka penurunan cadangan premi tersebut merupakan penghasilan pada tahun berjalan;

b. dalam hal saldo awal tahun cadangan premi yang telah dikurangi dengan pembayaran klaim/manfaat asuransi pada tahun berjalan dibandingkan dengan cadangan premi yang dihitung oleh aktuaria pada akhir tahun mengalami kenaikan, maka kenaikan cadangan premi tersebut merupakan biaya yang dapat dibebankan pada tahun berjalan:

c. kenaikan cadangan premi yang merupakan biaya sebagaimana dimaksud pada huruf b tidak termasuk kenaikan atas pembentukan cadangan terkait hasil investasi yang telah dikenakan pajak penghasilan dengan mekanisme pajak tersendiri yang bersifat final dan/atau bukan merupakan objek pajak.

Semoga bermanfaat
Selamat beraktivitas dan Terima Kasih.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Aplikasi Penghitungan Kompak PPh Pasal 21 - TER
Strategi Jitu Menyusun SPT PPh Orang Pribadi untuk Menghindari Pemeriksaan Pajak